<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Andriansyah &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://andriansyah.web.id/category/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andriansyah.web.id</link>
	<description>The Personal Info &#38; Portfolio</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Aug 2010 06:58:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>EdCoustic &#8211; Muhasabah Cinta</title>
		<link>http://andriansyah.web.id/renungan/edcoustic-muhasabah-cinta/</link>
		<comments>http://andriansyah.web.id/renungan/edcoustic-muhasabah-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 02:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriansyah.web.id/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Wahai pemilik nyawaku Betapa lemah diriku ini Berat ujian dari-Mu Ku pasrahkan semua pada-Mu Tuhan baru ku sadar Indah nikmat sehat itu Tak pandai aku bersyukur Kini ku harapkan cinta-Mu Reff: Kata-kata cinta terucap indah Mengalun berzikir di kidung doaku Sakit yang ku rasa biar jadi penawar dosaku Butir-butir cinta air mataku Teringat semua yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/i2yfH8LKUsw&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/v/i2yfH8LKUsw&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object><span id="more-476"></span></p>
<p>Wahai pemilik nyawaku<br />
Betapa lemah diriku ini<br />
Berat ujian dari-Mu<br />
Ku pasrahkan semua pada-Mu</p>
<p>Tuhan baru ku sadar<br />
Indah nikmat sehat itu<br />
Tak pandai aku bersyukur<br />
Kini ku harapkan cinta-Mu</p>
<p>Reff:<br />
Kata-kata cinta terucap indah<br />
Mengalun berzikir di kidung doaku<br />
Sakit yang ku rasa biar jadi penawar dosaku<br />
Butir-butir cinta air mataku<br />
Teringat semua yang Kau beri untukku<br />
Ampuni khilaf dan salah selama ini<br />
Ya Illahi muhasabah cintaku</p>
<p>Tuhan kuatkan aku<br />
Lindungiku dari putus asa<br />
Jika ku harus mati<br />
Pertemukan aku dengan-Mu</p>
<p>Back to Reff:</p>
<p>—————————————————————————</p>
<p>Tersadar diri saat pertama sekali mendengar lagu ini. Indah, menggugah jiwa dan terhentak raga yang selama ini dilalaikan oleh kesibukan duniawi hingga lupa bersyukur pada Illahi Rabbi. Semoga lagu ini dapat menjadi renungan bagi kita betapa kita senantiasa harus bersyukur dalam setiap keadaan. Dan dapat menggunakan waktu sehat kita dalam menyempurnakan iman dan amal ibadah kita kepada Allah Swt. Amiiin.</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://andriansyah.web.id/renungan/dmasiv-jangan-menyerah/" rel="bookmark" class="crp_title">D&#8217;Masiv &#8211; Jangan Menyerah</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/music/saleum-ost-ketika-cinta-bertasbih/" rel="bookmark" class="crp_title">Saleum (OST. Ketika Cinta Bertasbih)</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/we-will-not-go-down-song-for-gaza/" rel="bookmark" class="crp_title">We Will Not Go Down (Song for Gaza)</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/mengapa-aku-diuji/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengapa Aku Diuji?</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/my-heart/semoga-masih-ada-waktu/" rel="bookmark" class="crp_title">Semoga Masih Ada Waktu</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriansyah.web.id/renungan/edcoustic-muhasabah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>D&#8217;Masiv &#8211; Jangan Menyerah</title>
		<link>http://andriansyah.web.id/renungan/dmasiv-jangan-menyerah/</link>
		<comments>http://andriansyah.web.id/renungan/dmasiv-jangan-menyerah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 17:59:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriansyah.web.id/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Tak ada manusia Yang terlahir sempurna Jangan kau sesali Segala yang telah terjadi Kita pasti pernah Dapatkan cobaan yang berat Seakan hidup ini Tak ada artinya lagi Reff 1: Syukuri apa yang ada Hidup adalah anugerah Tetap jalani hidup ini Melakukan yang terbaik Tak ada manusia Yang terlahir sempurna Jangan kau sesali Segala yang telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="420" height="339" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/mTp-OxfkCao&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="420" height="339" src="http://www.youtube.com/v/mTp-OxfkCao&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object><br />
<span id="more-439"></span><br />
Tak ada manusia<br />
Yang terlahir sempurna<br />
Jangan kau sesali<br />
Segala yang telah terjadi</p>
<p>Kita pasti pernah<br />
Dapatkan cobaan yang berat<br />
Seakan hidup ini<br />
Tak ada artinya lagi</p>
<p>Reff 1:<br />
Syukuri apa yang ada<br />
Hidup adalah anugerah<br />
Tetap jalani hidup ini<br />
Melakukan yang terbaik</p>
<p>Tak ada manusia<br />
Yang terlahir sempurna<br />
Jangan kau sesali<br />
Segala yang telah terjadi</p>
<p>Back to Reff 1</p>
<p>Reff 2:<br />
Tuhan pasti kan menunjukkan<br />
Kebesaran dan kuasanya<br />
Bagi hambaNya yang sabar<br />
Dan tak kenal putus asa</p>
<p>Back to Reff 1<br />
Back to Reff 2</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Pertama kali dengar dan melihat video klipnya di tv, saya langsung suka liriknya. Sangat inspiratif dalam memotivasi kita agar selalu optimis menjalani hidup, tidak mudah putus asa, dan yang terpenting selalu sertakan Tuhan dalam setiap nafas dan denyut nadi kita. Karena Dia pasti akan menolong hamba-Nya yang sabar dan tidak pernah putus asa.</p>
<p>Salam sukses selalu ^_^</p>
<p><a title="Download D'Masiv - Jangan Menyerah.mp3" href="http://www43.indowebster.com/d7c69ce17bbe1b53c300415dc76848b2.mp3">(Download MP3 D&#8217;Masiv &#8211; Jangan Menyerah)</a></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://andriansyah.web.id/renungan/edcoustic-muhasabah-cinta/" rel="bookmark" class="crp_title">EdCoustic &#8211; Muhasabah Cinta</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/music/saleum-ost-ketika-cinta-bertasbih/" rel="bookmark" class="crp_title">Saleum (OST. Ketika Cinta Bertasbih)</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/we-will-not-go-down-song-for-gaza/" rel="bookmark" class="crp_title">We Will Not Go Down (Song for Gaza)</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/daily/sms-dari-kakak/" rel="bookmark" class="crp_title">SMS Dari Kakak</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/personality-development/6-tips-tampil-percaya-diri/" rel="bookmark" class="crp_title">6 Tips Tampil Percaya Diri</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriansyah.web.id/renungan/dmasiv-jangan-menyerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://www43.indowebster.com/d7c69ce17bbe1b53c300415dc76848b2.mp3" length="6224000" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Aku Diuji?</title>
		<link>http://andriansyah.web.id/religion/mengapa-aku-diuji/</link>
		<comments>http://andriansyah.web.id/religion/mengapa-aku-diuji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 18:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriansyah.web.id/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa Aku Diuji? &#8220;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta&#8221;. (Surah Al-Ankabut ayat 2-3) Kenapa Aku Tidak Mendapatkan Apa Yang Aku Idam-Idamkan? &#8220;Boleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-406" title=" " src="http://andriansyah.web.id/wp-content/uploads/2009/07/knp-aku-diuji.jpg" alt=" " width="150" height="155" /><strong>Kenapa Aku Diuji?</strong><br />
&#8220;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta&#8221;. (Surah Al-Ankabut ayat 2-3)</p>
<p><strong>Kenapa Aku Tidak Mendapatkan Apa Yang Aku Idam-Idamkan?</strong><br />
&#8220;Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui&#8221;. (Surah Al-Baqarah ayat 216)<span id="more-405"></span></p>
<p><strong>Kenapa Ujian Seberat Ini?</strong><br />
&#8220;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya&#8221;. (Surah Al-Baqarah ayat 286)</p>
<p><strong>Rasa Frustasi?</strong><br />
&#8220;Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman&#8221;. (Surah Al-Imran ayat 139)</p>
<p><strong>Bagaimana Aku Harus Menghadapinya?</strong><br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung&#8221;. (Surah Al-Imran ayat 200)</p>
<p>&#8220;Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’&#8221;. (Surah Al-Baqarah ayat 45)</p>
<p><strong>Apa Yang Aku Dapat Dari Semua Ini?</strong><br />
&#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (Surah At-Taubah ayat 111)</p>
<p><strong>Kepada Siapa Aku Berharap?</strong><br />
&#8220;Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal&#8221;. (Surah At-Taubah ayat 129)</p>
<p><strong>Aku Tak Dapat Bertahan Lagi!</strong><br />
&#8220;Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir&#8221;. (Surah Yusuf ayat 87)</p>
<p><em>(Dari berbagai sumber di internet)</em></p>
<p>Jalan hidup kita tentunya tidak selalu indah sebagaimana yang diharapkan. Demikian juga dengan kadar iman yang naik dan bisa saja turun dengan drastisnya. Ujian tentunya bukan hanya selalu dibungkus dengan kesengsaraan saja bukan?, melainkan ia dapat dilukiskan dengan kesuksesan, prestasi, kebahagiaan dan lain sebagainya. Saat kita mengalami &#8216;kekosongan&#8217; dalam melewati sebuah episode hidup, diri ini malah menjauh dari-Nya. Siratan rasa ketidakadilan akibat dari pengharapan dan cita-cita terbesar yang belum juga dikabulkan-Nya sering membuat kita  &#8216;ngambek&#8217;  berdemo dengan &#8216;mogok ibadah&#8217;. Padahal sikap demikian malah akan membuat kita semakin jauh dari-Nya bukan?</p>
<p>Ada apa dengan kehidupan kita? Mengapa kita selalu saja tertinggal dari orang lain dalam segala hal? Mengapa hidup tak seindah pengharapan? Mengapa teman-teman dan orang-orang di sekeliling kita selalu saja mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan? Mengapa..mengapa dan mengapa. Tak kan habis pertanyaan-pertanyaan senada yang lahir dari hati ini. Kita tidak tahu, mungkin saja mereka juga mengalami hal yang sama dengan kita dan telah melewatinya dengan berdo&#8217;a, ikhtiar dan intropeksi diri dalam waktu yang kita tidak tahu berapa lama. Hanya saja mereka melewatinya lebih dulu dari pada kita.</p>
<p>Sahabat, apa yang membuat hati ini menjadi ternoda adalah karena kita terkadang memandang keberhasilan orang lain dengan sinis. Timbul iri hati dan cemburu akibat membandingkan diri yang jauh dibawah nya. Sudah seharusnya kita bisa menjadi sahabat untuk diri sendiri, berdamai dengan segala kekurangan dan keberhasilan yang mungkin saja masih tertunda. Menghujat diri sendiri dengan berbagai penyesalan dan menyalahkan diri tidak akan merubah segalanya menjadi lebih baik. Mulai sekarang mari katakan pada diri kita &#8230;</p>
<blockquote><p>Wahai diriku, aku bahagia memiliki jiwa dan raga ini, aku bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah kepadaku. Jika aku saat ini belum menjadi orang yang berhasil, maka aku tidak perlu bersedih dan  kawatir, Allah pasti memiliki jalan yang mugkin saja berbeda dari orang lain untuk membuat hidupku menjadi lebih baik dan berarti. Jika bukan saat ini, mungkin esok atau lusa, minggu depan atau pun tahun depan. Tapi diriku harus jauh-jauh dari yang namanya kufur nikmat dan husnudzon terhadap Allah Swt dan selalu bersyukur dalam setiap keadaan. Wahai diriku, mulai detik ini jadikanlah makna dari ayat-ayat diatas menjadi penolong dan petunjuk hidupmu. Insya Allah, Dia akan selalu menyertai dan menjagamu dalam setiap denyut nadimu. Tapi ingat, semua itu harus disertai ikhtiar dan do&#8217;a. Betul? Let&#8217;s start it with Bismillah &#8230;&#8221; ^_^</p></blockquote>
<p>Sepenggal curahan hati yang terlahir dalam tulisan diatas terinspirasi dari pengalaman hidup saya sendiri. Dimana saya pernah mengalami pasang surutnya iman disaat hati saya mengalami &#8216;kekosongan&#8217; yang mungkin akibat dari cita-cita dalam hidup yang belum tercapai. Insya Allah artikel yang berisi ayat-ayat Al-Qur&#8217;an diatas dapat membesarkan hati kita bahwa kita hidup tidak sendiri. Selalu ada Allah dalam hati dan hidup kita dan Allah tidak akan membiarkan Hamba-Nya dalam keterpurukan yang berkepanjangan. Alangkah baiknya jika mulai sekarang kita menjadikan diri sebagai pribadi yang selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah kita rasakan. Jangan terlalu memandang &#8216;keatas&#8217; yaitu orang-orang yang nikmat hidupnya melebiihi kita. Kita sering lupa bahwasanya masih banyak saudara-saudara kita yang hidup nya jauh dari kemapanan, serba kekurangan dan lain sebagainya. Akan ada jalan keluar bagi hamba-Nya yang mau berusaha merubah nasib dan Allah swt telah memberi jalan dan petunjuk hidup yang telah diatur-Nya dalam Al-Qur&#8217;an agar hidup kita menjadi tentram. Sebagaimana firman Allah Swt : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi kalau kalian kufur, ingatlah sesungguhnya azab-Ku amatlah pedih “  (QS   Ibrahim :7 ). Sesungguhnya syukur itu adalah mengagungkan Allah Yang Memberi Nikmat, yakni mengukur nikmat-Nya agar kita tidak menjauhi diri dan tidak bersifat kufur. Insya Allah hal tersebut dapat kita raih dengan senantiasa berdo&#8217;a dan ikhtiar dalam memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang dicinta dan disayang Allah swt dan Rasulullah serta selalu dalam kesyukuran baik dalam suka maupun duka.</p>
<p>Wallahua&#8217;lam bishawab.</p>
<p>Ya Allah, ampunilah hamba yang telah berprasangka buruk terhadap-Mu,<br />
bukakanlah pintu ampunan bagi hamba yang kian gersang hatinya ini,<br />
jamah dan siramilah jiwa raga ini dengan hidayah, cinta dan kasih sayang-Mu,<br />
agar kefuturan yang selama ini kian menguasai diri dapat terlepas dari belenggunya..<br />
Amiiin..</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/sinar-cahaya-ayat-kursi/" rel="bookmark" class="crp_title">Sinar Cahaya Ayat Kursi</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/my-heart/semoga-masih-ada-waktu/" rel="bookmark" class="crp_title">Semoga Masih Ada Waktu</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/10-bukan-alasan-tidak-memakai-jilbab/" rel="bookmark" class="crp_title">10 (Bukan) Alasan Tidak Memakai Jilbab</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/personality-development/6-tips-tampil-percaya-diri/" rel="bookmark" class="crp_title">6 Tips Tampil Percaya Diri</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/personality-development/7-langkah-membangun-percaya-diri-yang-tak-tergoyahkan/" rel="bookmark" class="crp_title">7 Langkah Membangun Percaya Diri Yang Tak Tergoyahkan</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriansyah.web.id/religion/mengapa-aku-diuji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ciri Wanita Ahli Syurga</title>
		<link>http://andriansyah.web.id/religion/ciri-wanita-ahli-syurga/</link>
		<comments>http://andriansyah.web.id/religion/ciri-wanita-ahli-syurga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 15:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriansyah.web.id/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Setiap insan pasti sangat mendambakan syurga, baik itu laki-laki maupun perempuan. Dan tentunya untuk bisa menggapai syurga dibutuhkan perjuangan, kesabaran, keikhlasan dan keistiqomahan dalam berbuat baik serta memperbaiki diri untuk semakin menjadi lebih baik. Berikut beberapa poin yang Insya Allah akan menjadi tuntunan bagi kaum Hawa yang sangat mendambakan syurga dan bagi kaum Adam yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-338 alignleft" title=" " src="http://andriansyah.web.id/wp-content/uploads/2009/01/jilbab.jpg" alt=" " width="110" height="170" /></p>
<p>Setiap insan pasti sangat mendambakan syurga, baik itu laki-laki maupun perempuan. Dan tentunya untuk bisa menggapai syurga dibutuhkan perjuangan, kesabaran, keikhlasan dan keistiqomahan dalam berbuat baik serta memperbaiki diri untuk semakin menjadi lebih baik. Berikut beberapa poin yang Insya Allah akan menjadi tuntunan bagi kaum Hawa yang sangat mendambakan syurga dan bagi kaum Adam yang juga sangat mendambakan bidadari penghuni syurga kelak. Amiiin.<span id="more-325"></span></p>
<ol>
<li>Ridho dengan suami yang dijodohkan oleh Allah SWT.</li>
<li>Menjadi istri yang setia kepada suaminya dikala senang dan susah.</li>
<li>Selalu memohon maaf kepada suaminya.</li>
<li>Senantiasa mendahulukan suami dalam segala keadaan.</li>
<li>Senantiasa menghibur hati suami terutama bila suami dalam kesusahan.</li>
<li>Bila dipandang suami senantiasa menyenangkan.</li>
<li>Melembutkan pandangan dan tunduk apabila dihadapan suami.</li>
<li>Tidak pernah menolak apabila disentuh suami kapanpun ia perlu.</li>
<li>Tidak berkhianat terhadap harta, perkara dan sebagainya tatkala suami tidak ada.</li>
<li>Senantiasa hormat kepada suami dan ibu/bapak serta keluarga suami.</li>
<li>Selalu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan untuk suami.</li>
<li>Selalu bersih dan bersolek untuk membahagiakan hati suami bila dipandang.</li>
<li>Tidak pernah menunjukkan wajah yang muram dan berlaku kasar kepada suami.</li>
<li>Menyambut pulangnya suami dengan senyum dan mencium tangan suami.</li>
<li>Tidak pernah keluar rumah tanpa izin suami.</li>
</ol>
<p>(*Sumber: In-Tips.Com)</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/9-gadis-yang-tidak-dinikahi-laki-laki/" rel="bookmark" class="crp_title">9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/sinar-cahaya-ayat-kursi/" rel="bookmark" class="crp_title">Sinar Cahaya Ayat Kursi</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/renungan/fikirkan-sebelumnya/" rel="bookmark" class="crp_title">Pikirkan Sebelumnya &#8230;</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/10-bukan-alasan-tidak-memakai-jilbab/" rel="bookmark" class="crp_title">10 (Bukan) Alasan Tidak Memakai Jilbab</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/daily/perbuatan-yang-dihitung-sebagai-pahala/" rel="bookmark" class="crp_title">Perbuatan Yang Dihitung Sebagai Pahala</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriansyah.web.id/religion/ciri-wanita-ahli-syurga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semoga Masih Ada Waktu</title>
		<link>http://andriansyah.web.id/my-heart/semoga-masih-ada-waktu/</link>
		<comments>http://andriansyah.web.id/my-heart/semoga-masih-ada-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 19:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Heart]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriansyah.web.id/?p=310</guid>
		<description><![CDATA[Ngga terasa saya udah melewati 11 hari dari awal tahun baru 2009. Tentunya banyak episode-episode yang udah singgah dalam perjalanan hidup saya. Dengan tidak mengurangi rasa syukur saya kepada Allah SWT, saya merasa bahwa belum banyak yang dapat saya lakukan baik untuk orang lain maupun untuk diri saya sendiri. Namun demikian saya bersyukur hingga detik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-315" title=" " src="http://andriansyah.web.id/wp-content/uploads/2009/01/aan.jpg" alt=" " width="420" height="190" /></p>
<p>Ngga terasa saya udah melewati 11 hari dari awal tahun baru 2009. Tentunya banyak episode-episode yang udah singgah dalam perjalanan hidup saya. Dengan tidak mengurangi rasa syukur saya kepada Allah SWT, saya merasa bahwa belum banyak yang dapat saya lakukan baik untuk orang lain maupun untuk diri saya sendiri. Namun demikian saya bersyukur hingga detik ini Allah masih memberikan nafas dan kesempatan bagi saya untuk dapat meraih dan menjemput kembali apa yang tertunda, apa yang terlewatkan dan apa yang belum tercapai.<span id="more-310"></span></p>
<p>Saya sering merasa sebagai manusia yang menyedihkan. Begitu luas dan lapangnya nikmat dan kesempatan yang dianugerahkan Allah SWT kepada saya namun detik-detik yang berharga itu terlewatkan begitu saja. Saya terlanjur larut dalam khayalan semu yang selama ini hanya menjadi sketsa yang begitu nyata dalam dunia saya. Mengharapkan kebahagiaan seperti orang-orang disekitar membuat saya lalai dalam menentukan prioritas dalam hidup. Khayalan-khayalan itu telah berhasil mengalahkan akal sehat saya untuk tetap menjadi HambaNya yang selalu berada dalam kesabaran dan penuh rasa syukur walau dalam keadaan bagaimanapun.</p>
<p>Apa arti air mata penyesalan ini jika kesungguhan untuk merubah nasib tak mampu dikikis olehnya. Saya malu karena pernah memberikan kata-kata optimis bagi sahabat-sahabat saya, namun saya sendiri belum mampu melakukannya untuk diri saya sendiri. Positif thinking itu pupus seiring dengan ketidakmampuan saya dalam meraih apa yang saya impikan. Semoga ketidakmampuan itu bukanlah harga mati dan itu akan menjadi sebuah keberhasilan yang tertunda. Saya sadari bahwa kesalahan terbesar saya adalah melakukan perbuatan salah terhadap hal yang saya tahu benar itu salah, mengingkari komitmen dan kesungguhan saya selama ini untuk memperbaiki diri. Banyak yang dikorbankan karenanya&#8230; waktu, saudara dan sahabat. Kita tidak bisa berharap banyak agar orang-orang disekitar kita dapat memahami diri kita, mungkin kita harus lebih bijaksana menyikapi ini dengan berbesar hati berbalik memahami mereka yang tidak paham akan diri kita.</p>
<p>Januari ini bagaikan melewati ucapan &#8216;Selamat Menempuh Hidup Baru&#8217; bagi saya. Namun sayangnya bahtera kehidupan baru ini belum dapat saya kayuh bersama dengan teman hidup yang disunnahkan. Bicara tentang &#8216;teman hidup&#8217; &#8230; mengingatkan saya akan sebuah sms ucapan Selamat Tahun Baru Hijriyah dari seorang teman yang isinya &#8230;</p>
<blockquote><p>Semoga tahun kemarin menjadi cerminan terhadap kekurangan &amp; kelebihan yang kita miliki. Muhasabah telah tiba saatnya, teman yang disunnahkan sudah saatnya ada ..</p></blockquote>
<p>Subhanallah, semoga ini menjadi doa sekaligus cambuk buat saya untuk tetap istiqamah dalam memperbaiki diri dengan segenap kesungguhan yang Insya Allah nantinya akan berbuah manis. Amiiin.<br />
Syukran ya sahabat, semoga Allah SWT memberkahi rezki, kesehatan dan kebahagiaan selalu kepada kamu sekeluarga. Amiiin.</p>
<p>Salah satu daftar kesalahan saya adalah meninggalkan penulisan skripsi dalam waktu yang begitu lama. Kenapa? Ternyata saya mencintainya &#8216;setengah hati&#8217; dan melalui nya dengan &#8216;separuh nafas&#8217; (halah.. lagu Ada Band sama Dewa 19 jadi kebawa-bawa). Sekarang saya harus mengejar deadline yang tinggal hanya sampai awal bulan depan saja untuk dapat mencapai gelar S1. Disamping itu, kini status sebagai seorang pengangguran mulai saya sandang setelah masa kontrak kerja saya yang telah habis akhir Desember 2008 kemarin. Semoga Allah SWT memudahkan dan melapangkan jalan saya untuk dapat menjemput gelar sarjana saya dan kembali mendapatkan pekerjaan baru. Amiin.</p>
<p>Adalah harapan dan cita-cita terbesar saya untuk dapat memaknai hidup ini dengan penuh arti dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa lalu. Akan terasa mubazirnya sisa-sisa nafas ini jika saya ngga&#8217; sungguh-sungguh untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik dan berarti bagi diri sendiri maupun orang lain.</p>
<p>Semoga masih ada waktu untuk bertaubat dan memperbaiki diri serta menjadi HambaNya yang mempunyai arti.<br />
Amiiin &#8230;</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/mengapa-aku-diuji/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengapa Aku Diuji?</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/daily/perbuatan-yang-dihitung-sebagai-pahala/" rel="bookmark" class="crp_title">Perbuatan Yang Dihitung Sebagai Pahala</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/daily/hello-world/" rel="bookmark" class="crp_title">The Beginning &#8230;</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/daily/8-tipe-orang-yang-sulit-mendapatkan-pekerjaan/" rel="bookmark" class="crp_title">8 Tipe Orang yang Sulit Mendapatkan Pekerjaan</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/daily/saya-ketinggalan-lagi-deh/" rel="bookmark" class="crp_title">Ketinggalan Lagi deh Saya</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriansyah.web.id/my-heart/semoga-masih-ada-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 (Bukan) Alasan Tidak Memakai Jilbab</title>
		<link>http://andriansyah.web.id/religion/10-bukan-alasan-tidak-memakai-jilbab/</link>
		<comments>http://andriansyah.web.id/religion/10-bukan-alasan-tidak-memakai-jilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 14:56:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriansyah.web.id/religion/10-bukan-alasan-tidak-memakai-jilbab/</guid>
		<description><![CDATA[ALASAN I : Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini; Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang menyatakan ia taat pada syariahnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ALASAN I : Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab</p>
<p>Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini; Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang menyatakan ia taat pada syariahnya. Dengan begitu ia yakin akan Islam beserta seluruh hukumnya. <span id="more-52"></span></p>
<p>Kedua, kami menanyakan; Bukankah memakai jilbab termasuk hukum dalam Islam? Apabila saudari ini jujur dan dan tulus dalam ke-Islamannya, ia akan berkata; Ya, itu adalah sebagian dari hukum Islam yang tertera di Al-Quran suci dan merupakan sunnah Rasulullah SAWW yang suci. Jadi kesimpulannya disini, apabila saudari ini percaya akan Islam dan meyakininya, mengapa ia tidak melaksanakan hukum dan perintahnya?</p>
<p>ALASAN II : Saya yakin akan pentingnya jilbab namun Ibu saya melarangnya, dan apabila saya melanggar ibu, saya akan masuk neraka.</p>
<p>Yang telah menjawab hal ini adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla termulia, Rasulullah SAWW dalam nasihatnya yang sangat bijaksana; “Tiada kepatuhan kepada suatu ciptaan diatas kepatuhan kepada Allah SWT.” (Ahmad). Sesungguhnya, status orangtua dalam Islam, menempati posisi yang sangat tinggi dan terhormat. Dalam sebuah ayat disebutkan; “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang Ibu Bapak . . “ (QS. An-Nisa:36). Kepatuhan terhadap orangtua tidak terbatas kecuali dalam satu aspek, yaitu apabila berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah SWT. Allah berfirman; “dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…(QS. Luqman : 15)</p>
<p>Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di ayat yang sama; “dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.<br />
ALASAN III : Posisi dan lingkungan saya tidak membolehkan saya memakai jilbab.</p>
<p>Saudari ini mungkin satu diantara dua tipe: dia tulus dan jujur, atau sebaliknya, ia seorang yang membohongi dirinya sendiri dengan mengatasnamakan lingkungan pekerjaannya untuk tidak memakai jilbab. Kita akan memulai dengan menjawab tipe dia adalah wanita yang tulus dan jujur. “Apakah anda tidak tidak menyadari saudariku tersayang, bahwa wanita muslim tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah tanpa menutupi auratnya dengan hijab dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mengetahuinya? Apabila engkau, saudariku, menghabiskan banyak waktu dan tenagamu untuk melakukan dan mempelajari berbagai macam hal di dunia ini, bagaimana mungkin engkau dapat sedemikian cerobohnya untuk tidak mempelajari hal-hal yang akan menyelamatkanmu dari kemarahan Allah dan kematianmu?” Bukankah Allah SWT telah berfirman; “maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui (QS An-Nahl : 43). Belajarlah untuk mengetahui hikmah menutup auratmu. Apabila kau harus keluar rumahmu, tutupilah auratmu dengan jilbab, carilah kesenangan Allah SWT daripada kesenangan syetan. Karena kejahatan dapat berawal dari pemandangan yang memabukkan dari seorang wanita.</p>
<p>Saudariku tersayang, apabila kau benar-benar jujur dan tulus dalam menjalani sesuatu dan berusaha, kau akan menemukan ribuan tangan kebaikan siap membantumu, dan Allah SWT akan membuat segala permasalahan mudah untukmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman; “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya..”(QS. AtTalaq :2-3). Kedudukan dan kehormatan adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah SWT. Dan tidak bergantung pada kemewahan pakaian yang kita kenakan, warna yang mencolok, dan mengikuti trend yang sedang berlaku. Kehormatan dan kedudukan lebih kepada bersikap patuh pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAWW, dan bergantung pada hukum Allah SWT yang murni. Dengarkanlah kalimat Allah; “sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu..”(QS. Al-Hujurat:13).Kesimpulannya, lakukanlah sesuatu dengan mencari kesenangan dan keridhoan Allah SWT, dan berikan harga yang sedikit pada benda-benda mahal yang dapat menjerumuskanmu.</p>
<p>ALASAN IV : Udara di daerah saya amatlah panas dan saya tidak dapat menahannya. Bagaimana mungkin saya dapat mengatasinya apalagi jika saya memakai jilbab.</p>
<p>Allah SWT memberikan perumpamaan dengan mengatakan; “api neraka jahannam itu lebih lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui..”(QS At-Taubah : 81). Bagaimana mungkin kamu dapat membandingkan panas di daerahmu dengan panas di neraka jahannam? Sesungguhnya saudariku, syetan telah mencoba membuat tali besar untuk menarikmu dari panasnya bumi ini kedalam panasnya suasana neraka. Bebaskan dirimu dari jeratannya dan cobalah untuk melihat panasnya matahari sebagai anugerah, bukan kesengsaraan. Apalagi mengingat bahwa intensitas hukuman dari Allah SWT akan jauh lebih berat dari apa yang kau rasakan sekarang di dunia fana ini. Kembalilah pada hukum Allah SWT dan berlindunglah dari hukuman-Nya, sebagaimana tercantum dalam ayat; “mereka tidak merasakan kesejukan didalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah” (QS. AN-NABA 78:24-25). Kesimpulannya, surga yang Allah SWT janjikan, penuh dengan cobaan dan ujian. Sementara jalan menuju neraka penuh dengan kesenangan, nafsu dan kenikmatan.</p>
<p>ALASAN V : Saya takut, bila saya memakai jilbab sekarang, di lain hari saya akan melepasnya kembali, karena saya melihat banyak sekali orang yang begitu.</p>
<p>Kepada saudari itu saya berkata, “apabila semua orang mengaplikasikan logika anda tersebut, mereka akan meninggalkan seluruh kewajibannya pada akhirnya nanti! Mereka akan meninggalkan shalat lima waktu karena mereka takut tidak dapat melaksanakan satu saja waktu shalat itu. Mereka akan meninggalkan puasa di bulan ramadhan, karena mereka takut tidak dapat menunaikan satu hari ramadhan saja di bulan puasa, dan seterusnya. Tidakkah kamu melihat bagaimana syetan telah menjebakmu lagi dan memblokade petunju bagimu? Allah SWT menyukai ketaatan yang berkesinambungan walaupun hanya suatu ketaatan yang sangat kecil atau dianjurkan. Lalu bagaimana dengan sesuatu yang benar-benar diwajibkan sebagaimana kewajiban memakai jilbab? Rasulullah SAWW bersabda; “Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah perbuatan mulia yang terus menerus, yang mungkin orang lain anggap kecil.” Mengapa kamu saudariku, tidak melihat alasan mereka yang dibuat-buat untuk menanggalkan kembali jilbab mereka dan menjauhi mereka? Mengapa tidak kau buka tabir kebenaran dan berpegang teguh padanya? Allah SWT sesungguhnya telah berfirman; “maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang di masa kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. AL BAQARAH 2:66). Kesimpulannya, apabila kau memang teguh petunjuk dan merasakan manisnya keimanan, kau tidak akan meninggalkan sekali pun perintah Allah SWT setelah kau melaksanakannya.</p>
<p>ALASAN VI : Apabila saya memakai jilbab, maka jodohku akan sulit, jadi aku akan memakainya nanti setelah menikah.</p>
<p>Saudariku, suami mana pun yang lebih menyukaimu tidak memakai jilbab dan membiarkan auratmu di depan umum, berarti dia tidak mengindahkan hukum dan perintah Allah SWT dan bukanlah suami yang berharga sejak semula. Dia adalah suami yang tidak memiliki perasaan untuk melindungi dan menjaga perintah Allah SWT, dan jangan pernah berharap tipe suami seperti ini akan menolongmu menjauhi api neraka, apalagi memasuki surga Allah SWT. Sebuah rumah yang dipenuhi dengan ketidak-taatan kepada Allah SWT, akan selalu menghadapi kepedihan dan kemalangan di dunia kini dan bahkan di akhirat nanti. Allah SWT bersabda; “dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. TAHA 20:124). Pernikahan adalah sebuah pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Berapa banyak wanita yang ternyata menikah sementara mereka yang tidak memakai jilbab tidak?</p>
<p>Apabila kau, saudariku tersayang, mengatakan bahwa ketidak-tertutupanmu kini adalah suatu jalan menuju sesuatu yang murni, asli, yaitu pernikahan. Tidak ada ketertutupan. Saudariku, suatu tujuan yang murni, tidak akan tercapai melalui jalan yang tidak murni dan kotor dalam Islam. Apabila tujuannya bersih dan murni, serta terhormat, maka jalan menuju kesana pastilah harus dicapai dengan bersih dan murni pula. Dalam syariat Islam kita menyebutnya : Alat atau jalan untuk mencapai sesuatu, tergantung dari peraturan yang ada untuk mencapai tujuan tersebut. Kesimpulannya, tidak ada keberkahan dari suatu perkawinan yang didasari oleh dosa dan kebodohan.</p>
<p>ALASAN VII : Saya tidak memakai jilbab berdasarkan perkataan Allah SWT : “dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)” (QS.Ad-Dhuhaa 93: 11). Bagaimana mungkin saya menutupi anugerah Allah berupa kulit mulus dan rambutku yang indah?</p>
<p>Jadi saudari kita ini mengacu pada Kitab Allah selama itu mendukung kepentingannya dan pemahamannya sendiri ! ia meninggalkan tafsir sesungguhnya dibelakang ayat itu apabila hal itu tidak menyenangkannya. Apabila yang saya katakan ini salah, mengapa saudari kita ini tidak mengikuti ayat : “janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya” (QS An-Nur 24: 31] dan sabda Allah SWT: “katakanlah kepada istri-istrimu,<br />
anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya..” (QS Al-Ahzab 33:59). Dengan pernyataan darimu itu, saudariku, engkau telah membuat syariah sendiri bagi dirimu, yang sesungguhnya telah dilarang oleh Allah SWT, yang disebut at-tabarruj dan as-sufoor. Berkah terbesar dari Allah SWT bagi kita adalah iman dan hidayah, yang diantaranya adalah menggunakan hijab. Mengapa kamu tidak mempelajari dan menelaah anugerah terbesar bagimu ini? Kesimpulannya, apakah ada anugerah dan pertolongan terhadap wanita yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab?</p>
<p>ALASAN VIII : Saya tahu bahwa jilbab adalah kewajiban, tapi saya akan memakainya bila saya sudah merasa terpanggil dan diberi petunjuk oleh-Nya.</p>
<p>Saya bertanya kepada saudariku ini, rencana atau langkah apa yang ia lakukan selama menunggu hidayah, petunjuk dari Allah SWT seperti yang dia katakan? Kita mengetahui bahwa Allah SWT dalam kalimat-kalimat bijak-Nya menciptakan sebab atau cara untuk segala sesuatu. Itulah mengapa orang yang sakit menelan sebutir obat untuk menjadi sehat, dan sebagainya. Apakah saudariku ini telah dengan seluruh keseriusan dan usahanya mencari petunjuk sesungguhnya dengan segala ketulusannya, berdoa, sebagaimana dalam surah Al-Fatihah 1:6 “Tunjukilah kami jalan yang lurus” serta berkumpul mencari pengetahuan kepada muslimah-muslimah lain yang lebih taat dan yang menurutnya telah diberi petunjuk dengan menggunakan jilbab? Kesimpulannya, apabila saudariku ini benar-benar serius dalam mencari atau pun menunggu petunjuk dari Allah SWT, dia pastilah akan melakukan jalan-jalan menuju pencariannya itu.</p>
<p>ALASAN IX : Belum waktunya bagi saya. Saya masih terlalu muda untuk memakainya. Saya pasti akan memakainya nanti seiring dengan penambahan umur dan setelah saya pergi haji.</p>
<p>Malaikat kematian, saudariku, mengunjungi dan menunggu di pintumu kapan saja Allah SWT berkehendak. Sayangnya, saudariku, kematian tidak mendiskriminasi antara tua dan muda dan ia mungkin saja datang disaat kau masih dalam keadaan penuh dosa dan ketidaksiapan Allah SWT bersabda; “tiap umat mepunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya” (QS Al-An’aam 7:34] saudariku tersayang, kau harus berlomba-lomba dalam kepatuhan pada Allah SWT; “berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumu..”(QS Al-Hadid 57:21).</p>
<p>Saudariku, jangan melupakan Allah SWT atau Ia akan melupakanmu di dunia ini dan selanjutnya. Kau melupakan jiwamu sendiri dengan tidak memenuhi hak jiwamu untuk mematuhi-Nya. Allah mengatakan tentang orang-orang yang munafik, “dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri”(QS Al-Hashr 59: 19) saudariku, memakai jilbab di usiamu yang muda, akan memudahkanmu. Karena Allah SWT akan menanyakanmu akan waktu yang kau habiskan semasa mudamu, dan setiap waktu dalam hidupmu di hari pembalasan nanti.Kesimpulannya, berhentilah menetapkan kegiatanmu dimasa datang, karena tidak seorang pun yang dapat menjamin kehidupannya hingga esok hari.</p>
<p>ALASAN X : Saya takut, bila saya memakai jilbab, saya akan di-cap dan digolongkan dalam kelompok tertentu! Saya benci pengelompokan!</p>
<p>Saudariku, hanya ada dua kelompok dalam Islam. Dan keduanya disebutkan dalam Kitabullah. Kelompok pertama adalah kelompok / tentara Allah (Hizbullah) yang diberikan pada mereka kemenangan, karena kepatuhan mereka. Dan kelompok kedua adalah kelompok syetan yang terkutuk (hizbush-shaitan) yang selalu melanggar Allah SWT. Apabila kau, saudariku, memegang teguh perintah Allah SWT, dan ternyata disekelilingmu adalah saudara-saudaramu yang memakai jilbab, kau tetap akan dimasukkan dalam kelompok Allah SWT. Namun apabila kau memperindah nafsu dan egomu, kau akan mengendarai kendaraan Syetan, seburuk-buruknya teman.</p>
<p>Saudariku,<br />
Jangan biarkan tubuhmu dipertontonkan di pasar para syetan dan merayu hati para pria. Model rambut, pakaian ketat yang mempertontonkan setiap detail tubuhmu, pakaian-pakaian pendek yang menunjukkan keindahan kakimu, dan semua yang dapat membangkitkan amarah Allah SWT dan menyenangkan syetan. Setiap waktumu yang kau habiskan dalam kondisi ini, akan terus semakin menjauhkanmu dari Allah SWT dan semakin membawamu lebih dekat pada syetan. Setiap waktu kutukan dan kemarahan menuju kepadamu dari surga hingga kau bertaubat. Setiap hari membawamu semakin dekat kepada kematian.</p>
<p>“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain dari kesenangan yang memperdayakan” (QS Ali ‘Imran 3:185). Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan, saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu. Renungkan secara mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang. Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya terlambat !&#8221;</p>
<p><em>Sumber oleh : Dr. Huwayda Ismaeel </em></p>
<p>PS: Thanks ya Arlis atas artikelnya. Dan bagi teman-teman yang udah membaca artikel ini segera sampaikan kepada keluarga, saudara dan sahabat kita yang belum mengetahuinya ya ^^ . Insya Allah</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/mengapa-aku-diuji/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengapa Aku Diuji?</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/sinar-cahaya-ayat-kursi/" rel="bookmark" class="crp_title">Sinar Cahaya Ayat Kursi</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/9-gadis-yang-tidak-dinikahi-laki-laki/" rel="bookmark" class="crp_title">9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/ciri-wanita-ahli-syurga/" rel="bookmark" class="crp_title">Ciri Wanita Ahli Syurga</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/daily/perbuatan-yang-dihitung-sebagai-pahala/" rel="bookmark" class="crp_title">Perbuatan Yang Dihitung Sebagai Pahala</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriansyah.web.id/religion/10-bukan-alasan-tidak-memakai-jilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pikirkan Sebelumnya &#8230;</title>
		<link>http://andriansyah.web.id/renungan/fikirkan-sebelumnya/</link>
		<comments>http://andriansyah.web.id/renungan/fikirkan-sebelumnya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 04:17:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriansyah.web.id/index.php/archives/8</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik, Fikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali. Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan, Fikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, Fikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan. Sebelum kita mengeluh bahawa kita buruk, Fikirkan tentang seseorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik,<br />
Fikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.</p>
<p>Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan,<br />
Fikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.</p>
<p>Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,<br />
Fikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.</p>
<p>Sebelum kita mengeluh bahawa kita buruk,<br />
Fikirkan tentang seseorang yang berada pada keadaan yang terburuk didalam hidupnya.</p>
<p><span id="more-8"></span>Sebelum mengeluh tentang suami atau isteri anda,<br />
Fikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.</p>
<p>Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup,<br />
Fikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.</p>
<p>Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita,<br />
Fikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.</p>
<p>Sebelum kita mengeluh tentang rumah yang kotor kerana pembantu tidak mengerjakan tugasnya,<br />
Fikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.</p>
<p>Dan di saat kita letih dan mengeluh tentang pekerjaan,<br />
Fikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kita.</p>
<p>Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,<br />
Ingatlah bahawa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.</p>
<p>Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan,<br />
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahawa kita masih hidup</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://andriansyah.web.id/personality-development/6-tips-tampil-percaya-diri/" rel="bookmark" class="crp_title">6 Tips Tampil Percaya Diri</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/personality-development/7-langkah-membangun-percaya-diri-yang-tak-tergoyahkan/" rel="bookmark" class="crp_title">7 Langkah Membangun Percaya Diri Yang Tak Tergoyahkan</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/sinar-cahaya-ayat-kursi/" rel="bookmark" class="crp_title">Sinar Cahaya Ayat Kursi</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/my-heart/semoga-masih-ada-waktu/" rel="bookmark" class="crp_title">Semoga Masih Ada Waktu</a></li><li><a href="http://andriansyah.web.id/religion/9-gadis-yang-tidak-dinikahi-laki-laki/" rel="bookmark" class="crp_title">9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriansyah.web.id/renungan/fikirkan-sebelumnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
