Aan-Piyan Alhamdulillah, bahagia rasanya melihat teman dekat saya yang satu ini telah menikah. Piyan, itulah sapaan akrab untuk sosok tampan yang satu ini. Piyan ini adalah teman nge-band waktu SMU dulu. Dia ini jago banged main drum dan saat itu saya jadi lead guitar band kami yang bernama ‘N-Jels’ (hehe.. pasti kalian blum pada beli kaset dan CD nya, kan?! Karena memang blum ada produser yang tertarik saat itu hingga saat ini, termasuk Dhani Ahmad … huehehe). Tapi kami cukup bangga bisa ikut Festival Akustik yang dulu diselenggarakan walaupun ga’ beruntung. Setidaknya udah pernah ngerasain gimana berada di atas panggung dan di histeriskan cewe-cewe yang berada di bawah panggung *halah .. gede banged bo’ongnya*.

Diatas hanyalah sepenggal kisah yang pernah saya alami bersama Piyan. Dan banyak lagi kisah-kisah persahabatan saya dengan Piyan yang ga’ akan habis di ceritakan di sini. Piyan telah mengajarkan banyak hal pada saya, diantaranya tentang kehidupan, gimana menjalani hidup ini dengan optimis dan penuh semangat dan keyakinan. Dan ia juga mengingatkan saya agar tidak terlalu larut dalam kesedihan dan kegagalan. Seperti lirik lagu Dewa 19; ”Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti, usah kau menangisi hari kemarin..”

Piyan menikah di Mesjid Raya Banda Aceh pada bulan November 2007, sayang saya ga’ bisa menghadirinya karena ada tugas dari kantor ke Pulau Aceh. Akhirnya 30 Desember 2007 yang lalu, saya di undang Piyan ke rumahnya dalam acara “Intat Linto” (bahasa Aceh), yang artinya mengantar pengantin laki-laki ke tempat “Dara Baro” (pengantin perempuan). Piyan juga meminta saya untuk memayungi dan mendampinginya makan saat tiba di tempat pengantin wanita. Hari itu juga saya berkesempatan berada dalam satu mobil dengan Piyan dan kedua orang tua nya.

Itulah pengalaman pertama dalam hidup saya mendampingi seorang pengantin laki-laki pada saat acara “Intat Linto”. Momen ini tentu ga’ akan pernah saya lupakan. Semoga dengan mendampingi Piyan waktu itu akan semakin memberi semangat dan motivasi buat saya untuk selalu berdo’a dan ber-ikhtiar mendapatkan seorang perempuan solehah yang akan menjadi pendamping hidup saya kelak.. Amiiin.

Mohon do’a nya ya ^^V

“Selamat Menempuh Hidup Baru untuk Piyan dan Eka …
semoga menjadi keluarga SAMARA …
dan dikaruniakan anak-anak yang saleh dan salehah.
Amiiin”

Semoga persahabatan sejati ini akan selalu abadi untuk selamanya ya. Amiiin

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Technorati
  • email
  • LinkedIn
  • PDF
  • Twitter